PDIP Followers, PSI Trend-setter

PSI Capreskan Ganjar

Tanggal 3 Oktober 2022, PSI mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden RI Pemilu 2024 (bit.ly/3sikWt1). Deklarasi ini merupakan hasil Rembuk Rakyat di internal PSI. Deklarasi ini muncul di tengah bungkamnya PDIP terhadap Ganjar Pranowo. Ganjar dianggap kontraproduktif terhadap usaha keras PDIP mencapreskan Puan Maharani, anak kandung Megawati, Ketum PDIP.

Ada juga yang menganggap ini upaya PSI mengimbangi Anies Basewedan yang baru saja dideklarasikan oleh Partai Nasdem 3 Oktober 2022 (bit.ly/3E0UR4d). Untuk kepentingan kelanjutan pembangunan Presiden Joko Widodo, PSI pasti jatuhkan pilihan kepada Ganjar daripada ke yang tidak mungkin, yakni Anies.

Saya berpikir, PDIP sulit menghindari elektabilitas Ganjar yang makin jauh tinggalkan Puan Maharani. Itulah sebabnya, PDIP terpojok dan harus putuskan Ganjar sebagai capres PDIP pada 21 Maret 2023 (bit.ly/45uHvZJ) di Batutulis Bogor. Selama 6 bulan, PDIP tidak tahan terus-terusan menghindar dari lingkaran diskursus yang dibangun PSI: Capres Ganjar Pranowo. Sebagai pengganjal harga diri partai besar, PDIP tetap tidak mengakui pencapresan Ganjar oleh PSI sebelumnya.

PSI Calonkan Kaesang

Belum benar-benar tuntas diskursus Ganjar sebagai capres, PSI kembali luncurkan wacana Kaesang Pangarep sebagai calon walikota, 3 Juni 2023. Kali wacana ini, Kaesang digadang oleh PSI menjadi calon walikota Depok pada pilkada serentak 2024 mendatang. PSI meminta restu Joko Widodo untuk calonkan Kaesang di Pilkada Depok 2024 (bit.ly/47uicZw). Bahkan PSI mengajak PDIP ikut mendukung pencalonan Kaesan ini. Respon yang muncul adalah PDIP menyerang PSI. PDIP sebut terjadi kegagalan pengkaderan di PSI sehingga memilih mencalonkan yang bukan kader PSI di Pilkada Depok 2024.

Baca juga:  Maqbul Halim Caleg Yang Callege-lege

Awalnya, saya kira PKS sebagai “pemilik” Kota Depok yang terpojok di depan wacana PSI ini. Ternyata yang terpojok adalah PDIP. Tak ingin  ketinggalan wacana PSI, PDIP langsung tampil gagah-lantang meletakkan Kaesang sebagai perisai melawan PKS pada Pilkada Depok 2024 mendatang. PDIP tidak membutuhkan malu berjalan di jalannya sendiri mengikuti wacana PSI ini. Pada 22 Juni 2023, PDIP bakar semangat relawan Ganjar di Depok untuk mendukung Kaesang calon walikota Depok (bit.ly/45y04fv). PDIP tetap setia mengekor di belakang PSI.

PSI Hendak Kaderkan Kaesang

Juru Bicara PSI Cheryl Tanzil pernah mengajak Kaesang gabung menjadi kader di PSI pada 26 Januari 2023 (bit.ly/3YE5SBW). Ajakan ini diperkuat lagi oleh Ketua PSI Sigit Widodo pada 6 Juli 2023.

“Sejak Januari tahun ini, PSI secara terbuka sudah mengajak Mas Kaesang untuk bergabung ke PSI dan sampai saat ini PSI terbuka dan akan sangat gembira jika Mas Kaesang bergabung ke PSI,” kata Sigit kepada Kompas.com (bit.ly/44gqEsG).

Suatu waktu, 8 Juni 2023, Kaesang tampil di hadapan publik mengenakan baju kaos PSI bareng Ketum PSI Giring Ganesha. Keesokan hari, Ketua DPP PDIP Puan Maharani langsung memberikan tanggapan. Kata ketua DPR RI ini, dirinya akan menanyakan kepada Kaesang, apakah dia mau masuk PDIP atau tidak (Kompas, 9 Juni bit.ly/3QDhQKe). Selain itu, PDIP juga layangkan peringatan serius kepada Kaesang dan Joko Widodo, bahwa “haram” hukumnya kader PDIP sekeluarga berbeda partai.

Baca juga:  Info Sembarang Tempat

Lagi dan lagi, PDIP tidak sungkan berbaris mengikut di belakang wacana PSI.

PSI Terima Kunjungan Partai Gerindra

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengumumkan bahwa partainya bakal menerima kunjungan ketua Partai Gerindra Prabowo Subiyanto dan pengurus lainnya (Detiknews, 1 Agustus bit.ly/44gE6gf). Betul, Rabu sore 2 Agustus, Ketum Gerindra dan pengurusnya mengunjungi kantor DPP PSI Jalan Wahid Hasyim Jakarta. Prabowo disambut Ketum PSI Giring Ganesha, Wakil ketua dewan pembina Grace Natalie, dan pengurus PSI lainnya.

Kunjungan Partai Gerindra ini memantik perdebatan serius di ruang publik, serta meng…. posisi ideologis PSI dan slogan “Tegak Lurus Bersama Pak Jokowi”. PDIP termasuk salah satu pihak yang berkepentingan merespon kunjungan Gerindra tersebut. Dalam satu wawancara dengan wartawan, Puan Maharani mengatakan bahwa PDIP juga menyambut baik komunikasi yang dilakukan oleh PSI dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ia juga disebutnya bersedia datang jika PDIP memang diundang oleh partai yang dipimpin Giring Ganesha itu (Republika Online 4 Agustus bit.ly/3P1uUI0).

Wacana silaturahmi oleh Gerindra ini dianggap dapat membuat PDIP tertinggal. Apalagi, nasib pemenangan Ganjar Pranowo menjadi taruhan bagi PDIP. Manuver demi manuver PSI selalu menciptakan ruang sempit bagi PDIP.

PSI Cawapreskan Gibran

Saban waktu, pada 10 Maret 2023, PSI daftarkan permohonannya ke MK agar syarat untuk capres dan cawapres yang minimal 40 tahun itu, dapat dilonggarkan menjadi 35 tahun (rb.gy/95l8p). Belakangan, motif untuk cawapreskan Gibran dengan berkedok permohonan ke MK ini, terkuak. Wacana PSI ini menimbulkan kontroversi yang serius.

Baca juga:  Kopi Terpelajar

Wacana ini menggelinding seperti bola salju, kian kuat, kian membesar dan kian masuk akal. PDIP yang merasa Gibran adalah “miliknya”, dipaksa naik di kendaraan wacana Gibran Cawapres ini, yang dikendalikan oleh PSI. Apa yang terjadi pada PDIP ketika menumpang di kendaraan wacana PSI ini? Seperti biasa, PDIP selalu menyesuaikan diri sebagai konsumen.

Menurut Puan Maharani, PDIP akan pertimbangkan Gibran jadi cawapres Ganjar jika MK kabulkan gugatan batas umur (Tempo 17 Agustus rb.gy/o8r52). Jika PDIP benar dengan pernyataan ini, pasti PSI persilakan PDIP menikmati perjuangannya di MK.

Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa PDIP memang masih tertinggal dari PSI untuk memimpin wacana demokrasi di Indonesia. Kenyataan bahwa PDIP terus dikepung wacana produksi PSI yang partai kecil itu tidak bisa disangkali. Dengan kata lain, PSI sebagai trend-setter sedangkan PDIP adalah follower.

Perbedaan posisi PDIP dan PSI terlihat jelas bagaimana keduanya memperlakukan Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo adalah pemberian penting dari alam dan Tuhan kepada Bangsa Indonesia. PSI membaca hal ini sehingga tidak ingin mensia-siakan pemberian penting ini. PSI juga membaca bahwa PDIP akan meninggalkan pemberian penting ini setelah Pemilu 2024.

Demikianlah menjelang Pemilu 2024, PSI konsisten tegas lurus bersama Pak Jokowi. Sedangkan PDIP masih ragu tegak lurus bersama Pak Jokowi sampai saat ini. Saya malah berani katakan, PDIP konsisten tegak lurus bersama Ibu Megawati daripada bersama Pak Jokowi. (*)

Share Konten:

Baca Juga

PhotoGrid_1505436861659
Kebesaran PDIP dan Kekecilan Jokowi
Screenshot_20231118-134244_Word
Genosida Atau Perang Agama
IMG-20231017-WA0043
Dari Multimedia-Disorder Hingga Multimedia Journalism – Sebuah Catatan Sejarah Media
FB80BE04-B9D9-462E-B537-B591593C4DF5
Maqbul Halim Caleg Yang Callege-lege
FB80BE04-B9D9-462E-B537-B591593C4DF5
Kentut dan Tai

Infotainment

Scroll to Top