Gelar Diskusi Perdana, Pemuda ICMI Soppeng Bahas Tradisi 10 Muharram

Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Soppeng menggelar diskusi vitual. Minggu, (29/7).

Organisasi yang diketuai oleh Andi Muhammad Ikram Kaswadi ini mengangkat topik “Peringatan dan Makna 10 Muharram ; Tradisi dan Keyakinan Masyarakat”.

Diskusi dibuka dengan sambutan oleh Andi Alfian Zainuddin selaku ketua wilayah yang juga merupakan wakil dekan III pada fakultas kedokteran Unhas. Dalam sambutannya, ia memberi apresiasi atas diselenggarakannya diskusi yang mengangkat tema 10 Muharram tersebut.

Diskusi yang menghadirkan Ketua Fatayat NU Sulse Nurul Ulfah itu memulai dengan hipotesa.

“Apakah tradisi 10 Muharram ada anjurannya?” Katanya.

Menurutnya, jika merujuk kepada Al Qur’an terkhusus surah At- Taubah ayat 36, dikatakan ada 4 bulan mulia yaitu bulan Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Rajab. Dalam bulan Muharram dianjurkan untuk berbuat baik sebab pahalanya dilipatgandakan.

Baca juga:  Tingkatkan Perlindungan Masyarakat, Jasa Raharja Sulsel Bersinergi dengan PJR Polda Sulsel

Dikatakan sesungguhnya sejak abad 13-14 M tradisi Asyura sudah dilakukan. Nabi Muhammad dahulunya melakukan puasa Asyura yang mana sesuai Riwayat Ibnu Abbas r.a, Shahih Bukhari puasa Asyura merupakan sunnah.

Sejalan dengan itu, Andi Muhammad Ikram Kaswadi menyampaikan bahwa bulan muharram adalah waktu yang mulia, sebagaimana hari Jumat adalah hari yang mulia dan Ramadhan adalah bulan mulia

“Jika di Jawa ada Kejawen maka di Kabupaten Soppeng juga ada tradisi warga membeli timba yang dimaknai mengambil rejeki.” Ungkap putra bupati Soppeng tersebut.

Selain itu menurutnya, Indonesia dikenal sebagai Negeri 1001 budaya yang merupakan asset yang berharga dimana posisi budaya merupakan nilai luhur sehingga keberadaan agama bukan untuk menghapuskan budaya tetapi kehadirannya untuk menyempurnakannya.

Baca juga:  Jasa Raharja Sulsel Kunjungi RSUD Makassar Guna Tingkatkan Layanan

Diskusi tersebut juga turut menghadirkan Sopian Tamrin selaku Dosen Sosiologi UNM dan dipandu oleh Andi Sri Wulandani yang saat ini menjabat sebagai Direktur Lembaga Kerja Penelitian Publik (LKPP). (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top