Semuasenin – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa mendorong para guru untuk lebih fleksibel dan kreatif dalam menghadapi tantangan pendidikan.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Konferensi Cabang (Koncab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sinjai Selatan tahun 2025 yang digelar di Aula PKG SD Negeri No. 41 Samaenre, Desa Bikeru, Sabtu (23/8/2025).
Sekda Andi Jefrianto mengatakan, peran guru tidak lagi sebatas mengajar, melainkan juga sebagai fasilitator yang mampu membentuk murid berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita, khususnya bagi pengurus dan anggota PGRI. Dengan adanya perubahan kurikulum, termasuk wacana penggantian Kurikulum Merdeka, kita semua harus siap dan fleksibel dalam menghadapinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekda menyinggung tantangan digitalisasi pendidikan. Ia optimis bahwa Sinjai siap menghadapi tantangan tersebut.
“Sejak masa pandemi COVID-19, kita sudah terbiasa dengan digitalisasi dalam pembelajaran. Bahkan, Sinjai sudah menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Saya yakin pengurus dan anggota PGRI mampu memajukan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi,” jelasnya.
Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah kesejahteraan tenaga honorer. Menurut Sekda, isu ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang terus diperjuangkan, termasuk oleh pengurus PGRI di tingkat pusat.
Sebelum menutup sambutannya, Sekda mengingatkan terkait filosofi pendidikan yang mengajarkan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter.
“PGRI harus menjadi pelopor untuk memastikan guru tidak hanya profesional, tetapi juga berahlak mulia karena guru adalah cermin bagi muridnya,” pungkasnya.
Konferensi Cabang PGRI Sinjai Selatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Sinjai Selatan, Andi Baso Mangunrawa serta dihadiri unsur Forkopimca dan pengurus PGRI Kabupaten Sinjai.(*)